JANGAN DIHAFAL TAPI DIPAHAMI

Oleh : Lusita Meilana

Saya kurang mengerti, ketika saya belajar, saya merasa sangat mengerti akan teori tersebut. Namun, dua hari dan seterusnya mungkin hanya 15% yang masih terngiang. Apa memang cara belajar saya yang salah atau memang saya yang bodoh. Saya jadi teringat mengenai suatu teori bahwasannya belajar itu jangan hanya menghafalkan saja tapi yang lebih tepatnya mengerti dan memahami. Sejenak saya jadi sangat berfikir, selama ini di bangku SD hingga kuliah saya rasanya sistem ujian masih sama yaitu menggunakan tipe soal yang sama persis dengan buku atau slide, bukan bentuk pengembangan atau analisis mengenai ilmu yang sudah didapat tapi dijamin jika menghafal slide, ujian UTS UAS pasti mendapatkan nilai yang sangat memuaskan. Saya sebagai mahasiswa yang mengalami hal ini sangat tidak nyaman, kuliah dengan 14 kali pertemuan dalam satu semester namun yang dipelajari hanya fokus menghafal slide show saja. Berdasarkan hasil survey yang saya lakukan khusunya di kelas saya. Hanya 2 atau 3 orang saja yang membaca buku materi kuliah dan itupun tidak semua buku materi dibaca, hanya beberapa saja. Sisanya semua hanya menghafal slide, hal ini disebabkan karena telah sejauh ini kami mengenyam bangku pendidikan namuan sistem pendidikan masih tetap saja tidak berubah, 100% slide. Padahal slide hanya berisi point-point yang menampilkan hasil, bukan proses. Seharusnya untuk mengerti banyak hal, mulai dari asal dan usul mahasiswa wajib membaca buku terkait. Namun dengan keadaan seperti ini rasanya mahasiswa jarang yang terdorong untuk membaca buku, kembali lagi yaitu karena membaca slide saja sudah cukup jadi kesadran untuk belajar lebih jauh jadi kurang terdorong.

.

.lupa??? Kemaren hafal, sekarang gak ingat lagi😦

Tipe soal ujian analisis akan membuat mahasiswa paham dan mengerti. Mahasiswa dapat mengkolaburasikan antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lain. Otak lebih berkembang karena dituntut untuk berfikir luas, paham dan mengerti. Hal ini menyebabkan mahasiswa mempunyai penguasaan ilmu tidak hanya disaat ingat penghafalannya saja. Mahasiswa akan mampu memecahkan sebuah masalah dengan solusi out of the box. Berbeda halnya jika masalah yang dihadapi selalu sama dengan yang sudah ada, pasti akan diselesaikan juga dengan teori yang sudah ada. hal tersebut akan menyebabkan mahasiswa tidak terbiasa dengan masalah yang baru, yang harus diselesaikan dengan solusi out of the box. Jadi dapat disimpulkan bahwa kebiasaan menghafal tanpa mengerti itu sangat buruk. Bahkan bisa dikatakan sangat sia-sia, karena ingat hanya pada itu saja untuk selanjutnya tidak akan mengerti apa-apa lagi. Jadi selama ini hanya membuang-buang waktu saja jiak hanya menghafal tanpa memahami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s